Pekan Tuli Internasional 2025

Baca artikel menarik dan informasi terbaru

Pekan Tuli Internasional 2025
Administrator
05 Nov 2025
Artikel
350 kata

Pekan Tuli Internasional 2025

Pekan Tuli Internasional 2025: Pemkot Tangsel Tegaskan Komitmen Jadi Kota Inklusif


CIPUTAT- Suasana berbeda terasa di Ruang Blandongan Puspemkot Tangsel, Kamis (25/9/2025). Puluhan peserta dari komunitas Tuli berkumpul bersama pemerintah kota, akademisi, dan masyarakat umum dalam rangka Pekan Tuli Internasional 2025.

Acara ini bukan sekadar peringatan, tapi juga momentum penting untuk menggaungkan hak-hak penyandang disabilitas, khususnya Tuli, agar semakin dipahami masyarakt luas.

Ketua Gerkatin Tangsel, Nabil Rahmadi menekankan bahwa tema yang diangkat tahun ini "Hak Tuli Dalam Menghadapi Krisis" bertujuan memperluas perspektif publik tentang dunia Tuli.

"Saya berharap acara hai ini untuk bapak/ibu semuanya bisa menerima manfaat dan hal positif mengenai materi yang akan disampaikan oleh narasumber kita, yang mengangkat tema hak tuli dalam krisis itu seperti apa nantinya dengan tujuan masyarakat bisa memahami seperti apa yang terjadi dalam dunia tuli dan hambatannya, dan juga keberagaman dari teman-teman tuli nanti," ujarnya.

Tak hanya sekadar seremonial, acara ini juga menjadi ruang diskusi antara komunitas Tuli dengan pemerintah.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Tangsel, Buwana Mahardika menegaskan bahwa Pemkot Tangsel berkomitmen menjadikan inklusi sebagai bagian penting dari pembangunan.

Menurutnya, layanan publik di Tangsel terus diarahkan agar ramah disabilitas. Beberapa fasilitas baru seperti pelican cross dengan suara, layar, dan guiding block mulai diterapkan di sejumlah titik.

Bahkan, forum publik termasuk Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), kini juga dilengkapi dengan juru bahasa isyarat.

"Pak Wali Kota Tangsel (Benyamin Davnie) selalu menekankan arah pembangunan ke inklusi. Semua masyarakat, baik yang disabilitas maupun tidak, harus mendapatkan layanan yang setara," jelasnya.

Meski begitu, ia mengakui masih ada kekurangan. Salah satunya adalah minimnya aparatur publik yang menguasai bahasa isyarat. Oleh karena itu, ia mendorong agar ke depan, ASN maupun masyarakat umum lebih terbuka untuk belajar.

"Sebagus apapun fasilitas, kalau komunikasi tidak nyambung, tetap terasa kurang. Kuncinya adalah kita yang bisa mendengar juga mau belajar budaya Tuli," kata dia.

Menariknya, sebagai simbol kepedulian, Pemkot Tangsel kembali menyalakan lampu biru di menara Puspemkot. Cahaya biru itu diharapkan menjadi pengingat bahwa inklusi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

Dengan momentum Pekan Tuli Internasional ini, Tangsel menegaskan langkahnya menuju kota yang lebih ramah, inklusif, dan tidak meninggalkan satu pun warganya.

Artikel Lainnya

Baca artikel menarik lainnya untuk Anda

Pemkot Tangsel Raih penghargaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dari BRIN dan Terus Dorong Ekosistem Inovasi Lewat KREASI-IN 2025
Artikel
10 Mar 2026

Pemkot Tangsel Raih penghargaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dari BRIN dan Terus Dorong Ekosistem Inovasi Lewat KREASI-IN 2025

Pemerintah Kota Tangerang Selatan atau Pemkot Tangsel mencatatkan capaian membanggakan dalam Indeks Daya Saing...

Baca Selengkapnya
Forum Lintas Perangkat Daerah Bahas Rancangan RENJA Tahun 2027
Artikel
04 Mar 2026

Forum Lintas Perangkat Daerah Bahas Rancangan RENJA Tahun 2027

Forum Lintas Perangkat Daerah Bahas Rancangan RENJA Tahun 2027Ciputat, 27 Februari 2026 — Forum Lintas Perangkat Daerah...

Baca Selengkapnya
Marhaban ya Ramadhan
Berita & Kegiatan
23 Feb 2026

Marhaban ya Ramadhan

Marhaban ya RamadhanSegenap keluarga besar Bappelitbangda Kota Tangerang Selatan mengucapkan selamat menunaikan ibadah p...

Baca Selengkapnya